Memilih Menjadi Trader atau Investor ?

Dalam memperoleh keuntungan baik dari kripto maupun saham terdapat dua metode yang berseberangan, yaitu sebagai seorang trader dan investor. Sebagai seorang trader, kita akan sering melakukan transaksi jual beli, misalnya kita membeli pada pagi hari kemudian menjual pada waktu sore dan memperoleh profit. Namun, sebagai investor, kita akan melakukan pembelian dan menyimpannya untuk waktu yang lama hingga harga menjadi naik, hal ini tentunya kita harus memilih apakah koin atau saham tersebut memiliki fundamental yang bagus.

Teman - teman saya mengenal saya sebagai seorang trader, padahal secara garis besar apa yang saya lakukan adalah investor, prosentase saya melakukan tradingpun hanya kisaran 20% dalam seminggu. Sebagai seorang investor, saya ingin mengajak teman  teman sekalian menjadi seorang investor. Namun kembali lagi sesuai dengan judulnya, saya tidak akan meminta teman - teman sekalian menajdi investor namun sesuaikanlah sesuai dengan kebutuhan teman - teman sendiri. Namun saya sendiri memiliki alasan kenapa lebih cenderung menjadi seorang investor.

trader investor

Pilihan Saya Mengapa Menjadi Investor

1. Mendengar nama beliau pasti tidak asing. Merupakan salah satu orang terkaya didunia, yaitu Warren Buffet. Beliau ini merupakan orang yang senang berinvestasi dalam jangka panjang, mungkin sebagian orang dapat meniru apa yang telah dilakukan beliau. Beliau menginvestasikan asetnya yang tentunya nilai asetnya ini bernilai tinggi, tentunya sangat penting untuk memilih aset yang bernilai untuk simpanan kedepannya.

2. Menjadi seorang trader berarti perlu kemampuan analisa serta menebak arah harga dalam jangka pendek. Sering kali kita berpikir serta memilih untuk membeli aset pada pagi hari dan mejual pada sore hari. Tentunya kita sering berbpikir dalam hati“Lumayan untung 1% dalam 1 hari” dn tentunya jika dikalikan dalam 30 hari akan memiliki nominal yang fantastis bukan?! Namun dalam menebak pergerakan ini tentunya sangat sulit. Bisa saja muncul berita-berita baru maupun sentinemn yang akan menggerakkan aset pada saat tidur atau sedang melakukan aktifitas lainnya yang mengakibatnya harga akan turun. Tentunya hal ini mempengaruhi modal yang akan kita mainkan berikutnya.

3. Semakin lama waktu yang kita investasikan, tentunya semakin tinggi juga nilai aset yang kita miliki akan naik. Berdasarkan buku “Day Trading for Dummies” karya Michael Griffis and Lita Epstein. Mengatakan bahwa 80 % trader harian gagal. Trader harian merupakan trader yang membeli dan menjual pada hari yang sama. Sedangkan kemungkinan kaya dari pemegang aset long term investor lebih besar.

4. Poin yang telah dijelaskan sebelumnya pada poin ke dua dan ke tiga diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa investasi jangka panjang memiliki resiko yang lebih kecil karena terhindar dari kesalahan masuk ke harga dalam jangka waktu yang pendek.

5. Sebagai seorang trader harian, tentunya akan mengalami tingkat stress yang lebih tinggi di bandingkan dengan tipe investor jangka panjang. Contohnya, ketika pasar sedang buruk dan memiliki kerugian sudah lumayan banyak, tentunya kita akan sulit tidur dan terus berpikir bagaimana kalau besok turun lagi. Tentunya akan berpikir untuk melakukan cut loss yang artinya anda takut jika terjerembab lebih dalam. Tentunya ini akan membuat sangat deg-degan. Namun, bagi investor, hal seperti ini tidak terlalu mengganggu dan bahkan membuat hati senang, karena artinya dapat membeli diharga murah. Tips dari saya, untuk lebih berhasil dalam investasi jangka panjang, kita harus selalu menambah nilai aset investasi secara berkala misalnya tiap bulan setelah mendapat gaji. Jadikan pekerjaan dan bisnis anda sebagai sumber untuk investasi dengan menyisihkan 20%  misalnya.

trading crypto

6. Hal ini  seringkali lepas dari kalkulasi, seorang trader tentunya sering melakukan transaksi jual beli akan membayar biaya transaksi yang besar tanpa disadari. Misalnya, jika setiap transaksi jual-beli membayar fee 0.5% dari transaksi yang dilakukan dan dalam satu bulan. Sedangkan dalam satu bulan ada 10 kali transaksi maka setidaknya anda sudah hilang 5% dari transaksi yang sudah di lakukan

7. Jika sebagai seorang trader dan sering melihat chart maka akan kehilangan banyak waktu. Bayangkan jika dalam satu hari kita melihat chart 1 jam, maka dalam seminggu kita kehilangan waktu 5 jam, dan dalam sebulan kehilangan waktu 20 jam. Jika kita kalkulasikan, waktu 20 jam tersebut bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis sehingga hasilnya bisa digunakan untuk membeli aset. Perlu digaris bawahi juga 20 jam juga waktu yang lumayan banyak untuk berkumpul bersama keluarga.

8. “Kalau trading, dapatnya receh dan bisa bikin stres. Kalau pegang saham jangka panjang, dapat uangnya besar” merupakan satu kalimat yang dilontarkan oleh Lo Kheng Hong (sering dijuluki Warren Buffetnya Indonesia). Misalnya kita telah memegang aset selama satu minggu yang dalam suatu hari naik 10%. Seringkali tangan gatel dan mengambil keputusan untuk menjual. Lumayan 10% dalam 1 minggu. Namun, setelah dijual aset tersebut masih naik terus hingga 100% dalam 2 bulan. Tentunya ini sakit yan tidak berdarah, kehilangan 90% dalam 2 bulan.

9. Menjadi seorang trader tentunya berbeda dari investor, yang artinya menjadi trader berarti kita membiarkan diri terbujuk menjadi seorang pengambil resiko yang amat sangat besar, karena dalam jangka pendek tidak ada yang bisa menebak arah harga. Ketika kalah beruntun, sering dapat membuat keputusan yang salah sehingga dapat memperparah kerugiannya. Menjadi seorang trader tentunya lebih sulit karena perlu mengontrol emosi serta psikologi.

10. Dengan berinvestasi jangka panjang kita akan terhindar dari kesalahan-kesalahan besar. Contohnya, ketika melihat pasar sedang merah menyala dan harga aset yang dimiliki turun maupun terjun payung. Seringkali jika tidak memiliki mental yang kuat sering akan mengambil keputusan untuk menjual agar terhindar dari kerugian yang lebih besar alias cut loss. Ternyata keesokan harinya muncul berita sangat baik sehingga harga aset kembali naik hingga 10% dan hari-hari berikutnya harga aset tersebut terus naik. Tentunya sebagai mantan pemilik aset hanya bisa melihat dari jauh karena masih takut untuk membeli kembali. Contoh lainnya, kita tidak sabat dengan aset yang dimiliki selama kurun waktu tertentu tidak naik-naik. Namun setelah dijual, keesokan harinya langsung naik 20%, tentunya saya juga pernah mengalami hal seperti ini hahahaha

Binance

trading crypto binance

Link pendaftaran Binance klik disini

Dapatkan cashback ketika memasukkan kode : FSAGFUWN

Indodax

Link pendaftaran Indodax klik disini

Semoga bermanfaat ya! jangan takut untuk memulai, takutlah kenapa tidak memulai!

Connect with me on another Platform

sandyka kurniawan facebooksandyka kurniawan instagramsandyka kurniawan twittersandyka kurniawan youtubesandyka kurniawan linkedin