Blog,  Indonesia

Saat Nasionalisme Saya Bertambah di Jepang

Saat Nasionalisme Saya Bertambah di Jepang – Membicarakan rasa Nasionalisme tidak hanya pada saat Agustus maupun hari kemerdekaan, namun bisa kita lakukan setiap waktu dengan dicerminkan perilaku yang kita lakukan sehari – hari. Ketika saya berkesempatan mengenyam pendidikan di negeri Sakura, entah kenapa rasa Nasionalisme saya bergejolak “Saya harus bisa mengenalkan Indonesia”. Mungkin nama Indonesia terdengar asing, namun tidak dengan Bali, padahal, Bali merupakan bagian dari Indonesia. Bahkan jika menyebut Indonesia disini ada yang berfikir bahwa Indonesia itu sama dengan India, karena sama-sama memiliki pelafalan “Indo”. Tentunya hal ini memunculkan pertanyaan bukan?

Pada kelas yang saya hadiri ini, saya berkesempatan untuk mempresentasikan terkait dengan Indonesia. Bagi saya ini sebuah momentum spesial, mungkin mempresentasikan mengenai Indonesia dihadapan bangsa yang sama yaitu Indonesia masih terasa ada yang kurang bahkan biasa saja. Namun kali ini saya berkesempatan mempresentasikan dihadapan teman – teman yang berasal dari Jepang, China, Korea, Thailand tentunya memiliki atmosfer yang berbeda! rasa Deg-degan pasti apalagi semangat, bagaimanapun saya ingin menunjukkan apa yang menjadi keunggulan serta keunikan bangsa yang besar ini.

Yap, tentunya saya dengan bangga menyampaikan bangsa dan tanah kelahiran saya ini, meski rasa kangen sesekali muncul, presentasi yang saya lakukan ini memberikan semangat kembali dan menanamkan dalam hati, “Ya, bangsa ini besar, sumber daya melimpah, sewaktu kembali nanti, saya harus bisa membawa perubahan, menjadi agent of change.” ini bukan sebuah keinginan naif dalam hati, tapi mata kepala saya melihat apa realitas ini. Saya akan lakukan semampu saya sebagai seorang individu. Kalau bukan dari tingkatan individu, tingkatan terkecil yang masih bisa dirubah, kapan kita akan berubah menjadi lebih baik jika kita masih berpikiran skeptis terhadap keadaan? Jika kita tidak menanamkan agent of change dalam diri kita dan menjadi pelopor dimulai dari diri kita, kemudian siapa lagi yang akan membuat perubahan kearah lebih baik jika bukan diawali dari kita sebagai individu?

Perubahan bisa dimulai dari tingkat terkecil yaitu individu. Individu yang berkualitas tentunya akan membentuk sebuah lingkungan sosial yang berkualitas juga. Menjadi agent of change memang berat, ya, saya sendiri mengakui itu, bahkan tekanan dalam bentuk apapun dari lingkungan hampir membuat saya pribadi menyerah, namun kembali lagi apakah ini ahir? Segitu saja? Saya tau mental setiap individu berbeda dan saya rasa ini bukan ahir. Ini bukan paksaan namun pilihan. Saya ingin menjadi agent of change dimulai dari diri pribadi dan lingkaran terkecil yang ada dalam kehidupan saya, as long as I alive, I must make a legacy.

nasionalisme di Jepang

Nasionalisme di Jepang yang tidak sengaja muncul, menjadikan semangat saya disini untuk menjadi bekal saya ketika berbagi bersama para teman – teman yang bergerak dalam bidang UMKM (UMKM Go Online, Saya senang bisa membantu) maupun usaha lainnya sepulangnya ketanah air. Semangat menjadi seorang agent of change yang ahirnya membuat saya harus memutuskan memulai dari diri sendiri jika tidak dari kita siapa lagi. Terkesan berat, idealis atau apalah, yang jelas saya bukan skeptis, meski peluang hanya sedikit yang dinamakan peluang tetaplah peluang bergantung bagaimana kita menyikapi peluang tersebut, apakah kita maksimalkan atau hanya seadanya atau bahkan dibiarkan. Semua kembali lagi, bukan sebuah paksaan namun pilihan. Sebagai makhluk yang dikaruniai akal tentunya kita diberikan kemampuan untuk berpikir.

Semangat ini yang kemudian melahirkan hobbyku.net, yukwisata.id, yokosojepang.com hingga luwakcoffeelokalanbae.wordpress.com, yang memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi – potensi yang berada disekitar saya, seperti yang saya katakan tadi dimulai dari lingkaran terkecil dahulu untuk menuju ke lingkaran yang lebih besar maupun untuk dapat bergabung dalam para agent of change lainnya.

Semoga semangat saya ini juga tersampaikan kepada pembaca semuanya! Salam perubahan!

Connect with me on another Platform

sandyka kurniawan facebook sandyka kurniawan instagram sandyka kurniawan twitter sandyka kurniawan youtube sandyka kurniawan linkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *